Aluna Project berawal dari sebuah seminar di Rumah Faye yang membuka kesadaran kami akan realitas pahit yang masih banyak terjadi di sekitar: anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan akibat kurangnya edukasi, pengawasan, dan keterbatasan ekonomi. Kami menyadari bahwa banyak anak tidak mendapatkan ruang aman dan pendampingan yang memadai untuk tumbuh sesuai usianya, sehingga rentan terpapar konten dan pengaruh yang tidak sesuai melalui penggunaan gawai tanpa kontrol.
Menyadari keterbatasan kami di bidang edukasi formal, Aluna Verse memilih untuk berfokus pada pengembangan potensi dan bakat anak-anak sebagai bentuk pencegahan dan pemberdayaan. Kami percaya bahwa ketika waktu dan energi anak diarahkan untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki—seperti menari—mereka akan tumbuh lebih percaya diri, produktif, dan terlindungi. Terinspirasi oleh Rumah Faye yang pernah diragukan keamanannya hanya karena dijaga oleh perempuan, kami pun berkomitmen menunjukkan bahwa perempuan mampu mengambil peran dan aksi nyata. Program pertama Aluna Verse diwujudkan melalui kolaborasi saat acara Eta Maronan, menjadi ruang bagi anak-anak berbakat yang sebelumnya malu dan tidak memiliki wadah untuk tampil. Bahkan ketika anak-anak mulai mengganti waktu bermain media sosial dengan latihan tari, itu menjadi pencapaian kecil namun bermakna bagi perjalanan Aluna Verse.
"Terimakasih kakak-kakak udah mau sempetin dateng ke sekolah kami di hari libur. Kami terinspirasi juga dari kakak buat latihan dan ngambis dance. Semoga kakak-kakak sukses terus"